10 Alasan Menabung untuk Membeli Rumah Sejak Sekarang

Menabung untuk beli rumah
sumber: beritahati.com
Rumah adalah kebutuhan yang cepat atau lambat memang harus kita penuhi. Meski bukan saat ini, toh kelak kita pun akan punya keluarga sendiri. Terlebih, dalam hal kepemilikan materi, rumah juga dijadikan penanda kesuksesan atau keberhasilan seseorang.
Nah, tak perlu ragu untuk segera memiliki rumah sendiri, setelah melihat harga-harga rumah yang terbilang tinggi. Bukan berarti tak bisa membeli, kita hanya harus mulai menabung sejak saat ini.

Baca juga : Perhatikan 5 Hal Ini Biar Kamu Nggak Menyesal Setelah Membeli Rumah

1. Jumlah penduduk terus bertambah dan semuanya butuh rumah. Perkara mencari tanah kosong yang bisa dibangun rumah kini semakin susah

Daratan merupakan sumber daya yang jumlahnya senantiasa sama di bumi. Tanah yang kamu pijak kini pun jumlahnya terbatas. Sementara itu, jumlah penduduk bumi dari tahun ke tahunnya akan terus bertambah. Tentunya, ini mengakibatkan munculnya masalah yang kaitannya dengan tempat hunian. Jika luas daratan atau tanah di suatu wilayah tidak bisa beranak-pinak, orang-orang akan semakin kesulitan untuk punya tempat tinggal.

2. Menabung agar bisa segera membeli rumah sendiri adalah salah satu cara berinvestasi yang layak kamu lakoni

Pilihan ini sangat tepat bagi kamu yang punya jiwa wirausaha yang tinggi. Kamu yang telah berhasil mengumpulkan uang, bisa segera membeli atau membangun rumah. Setelahnya, kamu bisa membuat uangmu itu bekerja untuk kamu. Mislanya kamu kontrakkan kepada temanmu.

3. Rumah dinas dari perusahaan atau instansi tempatmu bekerja kelak harus dikembalikan pada pemiliknya

Rumah dinas TNI AU
sumber: 4.bp.blogspot.com

Rumah dinas yang kamu dapatkan berfungsi untuk mengapresiasi sekaligus mendukung kelancaran kamu bekerja di perusahaan atau instansi tadi. Seandainya kamu sudah tidak bekerja di tempatmu kini bekerja, maka fasilitas tersebut juga akan dicabut. Mungkin kamu hanya akan mendapatkan uang pensiun atau pesangon saja dari tempatmu bekerja. Jika kamu tak mempersiapkan dana tabungan untuk membeli rumah sendiri, selanjutnya akan tinggal dimana?

4. Ketika sudah punya rumah sendiri, tak perlu kebingungan saat akan menggelar kegiatan tertentu

Ibumu mungkin pernah kebingungan saat akan menggelar hajatan atau acara kumpul keluarga besar. Kamu pun kewalahan saat harus menampung teman-temanmu ketika ada acara kumpul bersama. Rumah orang tuamu bisa jadi sudah terlalu penuh barang atau lokasinya tak memungkinkan untuk dijadikan tempat berlangsungnya acara.
Nah, di saat inilah rumah yang kamu beli akan membawa manfaat. Kamu bisa menggunakan rumah barumu khusus untuk menggelar acara-acara yang membutuhkan tempat nan luas. Kamu pun dapat menghemat biaya karena tak perlu lagi menyewa gedung atau restoran sebagai tempat diselenggarakannya acara.

5. Rumah ibarat bekal utama bagi kamu yang ingin segera menikah dan berkeluarga

Setelah pernikahan, biasanya akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru bagi kamu yang baru saja menikah. Misalnya,
“Nanti mau tinggal dimana? Akan tetap tinggal bersama salah satu orangtua atau memilih hidup terpisah? Jika memang tinggal bersama orang tua adalah satu-satunya pilihan, apakah ini etis? Bagaimana kalau nantinya justru jadi merepotkan orang tua?”
Yup, keputusan untuk tinggal bersama orang tua setelah menikah tentu akan banyak resikonya. Kamu dan pasanganmu harus berkompromi jika ada salah satu yang merasa tak nyaman tinggal dengan mertua. Apalagi setelah punya anak, kamu dan pasanganmu pun selayaknya menyiapkan rumah yang nyaman bagi mereka ‘kan?

6. Sah-sah saja jika kamu memilih mencari rumah kontrakan. Tapi coba hitung berapa banyak biaya yang harus kamu keluarkan setiap akhir bulan?

Menyewa rumah membuatmu terikat pada pihak pengontrak rumah. Setiap waktu tertentu, kamu harus menyetorkan sejumlah uang untuk melakukan pembayaran sewa kontrak. Coba pikir-pikir lagi, berapa banyak biaya yang harus kamu sisihkan setiap akhir bulan untuk membayar sewa rumah. Padahal, selain soal rumah, masih ada kebutuhan-kebutuhan lain yang harus terpenuhi. Seandainya saja kamu sudah punya sendiri, gaji bulananmu tentu tak akan terkuras untuk membayar sewa rumah.

7. Orang tuamu bisa jadi berbaik hati membelikan rumah atau meminjamkan modal. Namun jika kamu mantap berusaha sendiri, tentu beban mereka akan terasa lebih ringan

Ada orang tua yang masih mau memberikanmu biaya untuk membelikan rumah.
Diakui atau tidak, pasti akan muncul perasaan tidak enak. Bukankah seharusnya aku menjadi anak yang mandiri dan lepas dari ketergantungan orang tua, meski kenyataannya belum bisa juga? Daripada merepotkan dan menambah beban bagi mereka, bukankah lebih baik berjuang sejak sekarang? Mulai dari tindakan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang dari gaji yang kamu dapat setiap bulan misalnya?

8. Rumah juga bisa jadi tempatmu merintis usaha yang kelak jadi tumpuan di masa tua

Saat tua nanti, ragamu akan semakin melemah. Apalagi jika kamu punya pekerjaan yang sehari-harinya berkutat di lapangan. Saat muda, kamu bisa mengabaikan rasa lelah. Namun saat usia sudah tak muda lagi, kamu akan jauh-jauh berpikir tentang kesehatan daripada perkara pekerjaan.
Karena itu pula, ada saatnya juga kamu akan pensiun dan menikmati hari-hari tuamu bersama keluarga. Untuk mengisi waktu senggang, beberapa di antaranya ada yang membuka usaha di rumah sendiri di rumah. Entah membuka toko kelontong, minimarket, katering, atau toko roti misalnya. Menyenangkan sekali ‘kan membayangkan punya usaha sendiri di rumah?

9. Sekalipun punya gaji yang tinggi, membeli rumah pribadi secara mendadak justru akan mengacaukan alur keuanganmu

Kamu yakin gajimu yang besar itu bisa langsung bisa dimanfaatkan untuk beli rumah? Kalau iya, bagaimana dengan aneka kebutuhanmu yang lain-lain? Biaya makan, transportasi, hiburan, belanja bulanan, dan sebagainya?
Yup, meski punya gaji yang tinggi, membeli rumah secara mendadak hampir pasti akan mengacaukan alur keuanganmu sendiri. Pasalnya, setiap bulan tentu kamu sudah punya beragam pengeluaran rutin yang harus dipenuhi. Mustahil jika seluruh gajimu harus dialokasikan untuk urusan membeli rumah sedangkan kebutuhanmu yang lain menjadi terabaikan.

10. Sukses punya rumah sendiri jelas bukan harga mati. Tapi ketika ‘istana’ itu berhasil kamu miliki, ada dua orang yang akan meremang bangga dalam hati

Orangtua yang bangga
sumber: teen.co.id
“Wah, putranya habis nikah udah pindah ke rumah barunya ya, Bu?”
“Alhamdulialah, Bu. Sudah bisa bangun ‘gubug’ sendiri.”
Saat kamu berhasil memiliki rumah pribadi, bukan hanya kamu yang berbahagia. Ada ayah dan ibumu yang pasti akan meremang bangga. Meski menyebutkan kata ‘gubug’ di depan tetangga, hal itu semata-mata dilakukan agar tak tampak jumawa.
Ya, orang tuamu juga layak berbangga atas segala pencapaianmu. Karena dari pengorbanan mereka, kamu bisa tumbuh besar dan kemudian mencapai kesuksesan. Kamu bisa menikmati bangku pendidikan tinggi, bekerja di perusahaan ternama, hingga mampu membeli rumah sendiri. Dalam hati mereka lega, bahwa segala pengorbanan yang mereka lakukan jelas tidak jadi sia-sia.

Nah,setelah membaca artikel di atas, sudahkah kamu memantapkan hati untuk membeli rumah sendiri? Menyisihkan sebagian pendapatanmu mulai hari ini demi mewujudkan mimpi punya rumah pribadi, dengan niat dan tekat yang kuat insyaAllah membeli rumah impian dengan tabungan kita bisa menjadi kenyataan.

Referensi : hipwee.com

Share on Google Plus

About Wahidya Difta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar