![]() |
| Candi Borobudur, landmark Jawa Tengah sumber: 4.bp.blogspot.com |
Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menerangkan, Semarang memiliki daya tarik salah satunya ditopang oleh faktor demografi. Kemudian, juga ditopang oleh kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.
"Contohnya Jababeka dan perusahaan Singapura mereka bangun Kawasan Industri Kendal, modern. Mereka bangunnya tidak hanya kawasan ada pelabuhan juga, sehingga distribusi efisien. Itu mendorong kegiatan ekonomi lebih besar lagi. Itu berpotensi menciptakan peluang baru di bisnis properti," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (24/4/2017).
Baca juga : Hal Ini yang Menyebabkan Harga Rumah di Yogyakarta Terus Naik
Pembangunan ini memberikan dampak positif tidak hanya untuk Semarang, namun juga merembet ke wilayah di sekitarnya.
"Jadi enggak pusat ke kota Semarang, tapi sudah bergeser kota pendukungnya Kendal, Demak growing. Semarang jadi hub perekonomian Jawa Tengah memberikan dampak kota sekitarnya," ujar dia.
Solo memiliki daya tarik di bisnis properti karena merupakan sebuah kota wisata. Itu juga didukung oleh pengembangan infrastruktur khususnya transportasi wilayah tersebut.
Dia mengatakan, Solo memiliki bandara sehingga mudah dijangkau. Kemudian, transportasi Solo juga terintegrasi dengan Yogyakarta.
![]() |
| Keraton Surakarta sumber: solonlines.files.wordpress.com |
"Solo sudah jadi wisata, secara infrastruktur, terhubung cukup baik di Yogyakarta, baik darat maupun kereta. Kalau dua kota tergabung yang wisata bisa pindah dengan mudah. Bisa meningkatkan ekonomi juga," terang dia.
Cilacap memiliki prospek yang baik untuk bisnis properti. Berdasarkan informasi yang dia dapat, permintaan properti di wilayah tersebut meningkat.
"Cilacap baru dengar saja, belum lihat langsung," tandas dia.
Referensi : bisnis.liputan6.com


0 komentar:
Posting Komentar