Perkantoran Kosong di Jakarta Seluas 90x Luas Lapangan Sepakbola

Lapangan Bola

 sumber: http://thoushallblog.com


Riset Savills Indonesia menunjukkan, hingga Juni 2017, tingkat kekosongan gedung-gedung Perkantoran di Jakarta, baik di central business district (CBD) maupun non-CBD, mencapai 18,4 persen dari total luas 5,7 juta meter persegi.
Padahal tingkat kekosongan tahun lalu masih berada pada kisaran 15,7 persen, seiring bertambahnya pasokan baru, dan fenomena relokasi para penyewa gedung.

Baca juga :  Hingga Juli 2017 Pembangunan Penyediaan Rumah Sudah 42,52%


Ini artinya terdapat 894.000 meter persegi ruang kantor kosong di Jakarta atau lebih dari 90 kali luas lapangan sepakbola standar internasional.
Head of Research Savills Indonesia Anton Sitorus menuturkan, tingkat kekosongan tertinggi terdapat di gedung Perkantoran Grade A yakni 27 persen. 
"Angka ini rekor baru. Lebih buruk dari vacancy rate tahun 2015 saat properti betul-betul terpuruk, yakni 21,9 persen," kata Anton kepada KompasProperti, Rabu (26/7/2017).
Bertambahnya ruang-ruang kosong juga terjadi di gedung perkantoran Grade B dan Grade C masing-masing tercatat 11,7 persen dan 13,6 persen.
Sementara gedung perkantoran premium justru menunjukkan penurunan tingkat kekosongan menjadi 16,6 persen, dari sebelumnya 17,0 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Selain bertambahnya pasokan gedung baru, tahun ini tercatat seluas 270.000 meter persegi, vacancy rate juga disebabkan rendahnya permintaan.
Hingga separuh tahun 2017, serapan hanya 72.000 meter persegi, dengan sebagian besar penyewa masuk ke gedung perkantoran Grade A. 
Kendati begitu, kata Anton, serapan tahun ini masih lebih baik ketimbang tahun lalu yang hanya sekitar 29.000 meter persegi.
Rendahnya permintaan ini, tentu saja berdampak pada harga sewa yang juga jatuh untuk hampir semua kategori gedung perkantoran. Harga rata-rata sewa turun 0,8 persen menjadi Rp 213.000 per meter persegi per bulan.
"  Perkantoran premium paling tinggi kejatuhan harga sewanya," kata Anton.
Ada pun gedung-gedung baru yang masuk pasar tahun ini dalah Satrio Tower, The Convergnece Indonesia, Menara Palma 2, Telkom landmark Tower 2, Tokopedia Tower, dan Menara Pertiwi.


Referensi : properti.kompas.com
Share on Google Plus

About Wahidya Difta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar