![]() | ||
| Lapangan Bola |
sumber: http://thoushallblog.com
Padahal
tingkat kekosongan tahun lalu masih berada pada kisaran 15,7 persen, seiring
bertambahnya pasokan baru, dan fenomena relokasi para penyewa gedung.
Baca juga : Hingga Juli 2017 Pembangunan Penyediaan Rumah Sudah 42,52%
Baca juga : Hingga Juli 2017 Pembangunan Penyediaan Rumah Sudah 42,52%
Ini
artinya terdapat 894.000 meter persegi ruang kantor kosong di Jakarta atau
lebih dari 90 kali luas lapangan sepakbola standar internasional.
Head
of Research Savills Indonesia Anton Sitorus menuturkan, tingkat kekosongan
tertinggi terdapat di gedung Perkantoran Grade A yakni 27 persen.
"Angka
ini rekor baru. Lebih buruk dari vacancy rate tahun
2015 saat properti betul-betul terpuruk, yakni 21,9 persen," kata Anton
kepada KompasProperti,
Rabu (26/7/2017).
Bertambahnya
ruang-ruang kosong juga terjadi di gedung perkantoran Grade B dan Grade C
masing-masing tercatat 11,7 persen dan 13,6 persen.
Sementara
gedung perkantoran premium justru menunjukkan penurunan tingkat kekosongan
menjadi 16,6 persen, dari sebelumnya 17,0 persen pada periode yang sama tahun
lalu.
Selain
bertambahnya pasokan gedung baru, tahun ini tercatat seluas 270.000 meter
persegi, vacancy
rate juga disebabkan rendahnya permintaan.
Hingga
separuh tahun 2017, serapan hanya 72.000 meter persegi, dengan sebagian besar
penyewa masuk ke gedung perkantoran Grade A.
Kendati
begitu, kata Anton, serapan tahun ini masih lebih baik ketimbang tahun lalu
yang hanya sekitar 29.000 meter persegi.
Rendahnya
permintaan ini, tentu saja berdampak pada harga sewa yang juga jatuh untuk
hampir semua kategori gedung perkantoran. Harga rata-rata sewa turun 0,8 persen
menjadi Rp 213.000 per meter persegi per bulan.
" Perkantoran
premium paling tinggi kejatuhan harga sewanya," kata Anton.
Ada
pun gedung-gedung baru yang masuk pasar tahun ini dalah Satrio Tower, The
Convergnece Indonesia, Menara Palma 2, Telkom landmark Tower 2, Tokopedia
Tower, dan Menara Pertiwi.

0 komentar:
Posting Komentar