![]() |
| Gypsum Unik dan Mewah |
Membangun rumah perlu perhitungan yang tepat, terutama terkait pemilihan material yang akan digunakan. Bila Anda tinggal di wilayah yang rentan gempa, pertimbangkan bahan-bahan yang kuat, baik untuk eksterior maupun interior rumah.
Pada
umumnya, di Indonesia bahan tembok rumah bagian dalam masih memakai batako,
semen, dan pasir. Kini, gipsum yang biasanya banyak dipakai untuk plafon bagian
atas bangunan, mulai dipakai untuk bagian dinding.
Salah
satu keunggulan gipsum atau drywall (tembok
kering) ada pada beratnya. Material ini lebih ringan dari bata biasa. Keringanan
tersebut membuat pergerakan drywall lebih
fleksibel saat terjadi bencana gempa dibandingkan dengan tembok beton.
"Contoh, kenapa dari bata merah menjadi bata ringan, karena berusaha mendapatkan tembok dengan berat yang makin ringan. Dengan drywall, dari bata (perbandingan) beratnya tinggal 1/10," ujar Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SCGPI), Hantarman Budiono, saat ditemui di acara BCI Asia Awards 2017 di Fairmont Jakarta, Selasa (9/5/2016).
"Contoh, kenapa dari bata merah menjadi bata ringan, karena berusaha mendapatkan tembok dengan berat yang makin ringan. Dengan drywall, dari bata (perbandingan) beratnya tinggal 1/10," ujar Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SCGPI), Hantarman Budiono, saat ditemui di acara BCI Asia Awards 2017 di Fairmont Jakarta, Selasa (9/5/2016).
Fleksibilitas drywall juga
terlihat, terutama karena kemudahaannya dipasang dan membentuk dinding.
"Justru
sangat dibutuhkan, bahwa internal wall kita
sudah nggak perlu batu bata. Kita hanya perlu pakai drywall dan sudah
bisa membentuk ruangan," lanjut Hantarman/
Walau
lebih ringan, lanjut dia, ketahanan gipsum sanggup menahan beban berat hingga
130 kg. Untuk membuktikan itu, pada BCI Asia Awards 2017, Gyproc Saint Gobain
memajang percobaan dengan menggantung motor seberat 130 kg pada drywall Habito.
Dinding itu tetap bertahan tanpa kerusakan.
Adapun
keunggulan gipsum lainnya adalah lebih mudah dipotong, diperbaiki, dan mudah
dimuluskan kembali. Misalnya, jika ingin memasang televisi di dinding drywall, Anda
bisa langsung mengebor dinding tersebut tanpa repot mencari tulang dinding.
Pun,
jika mau dipindahkan, Anda bisa lansung mencopot, dan bagian yang berlubang
dengan mudah dapat ditutup.
Kelebihan-kelebihan
itulah yang membuat gipsum atau drywall sudah populer
digunakan di luar negeri, seperti Eropa. Dinding ini pun sekarang mulai banyak
dipakai di Asia.
"Di
Singapura hampir semua bangunan interior wall-nya adalah drywall,"
kata Hantarman.
Referensi : properti.kompas.com

0 komentar:
Posting Komentar