Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia
atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), menjalin
kemitraan strategis dengan developer, PT Agung Panorama Propertindo.
Kedua
perusahaan berencana mengembangkan proyek properti berupa pembangunan
properti perkantoran di kawasan paling prestisius Pulau Dewata, yakni
Nusa Dua.
Proyek bernilai sekitar Rp500 miliar itu menggabungkan
industri kreatif dan resort office pertama dan satu-satunya di
Indonesia. Nusa Dua merupakan kawasan prestisius di Bali yang menjadi
tujuan utama pariwisata serta berbagai event nasional dan internasional.
Kerap menjadi pusat konferensi kelas dunia, Nusa Dua telah
dilengkapi dengan sarana, prasarana dan akomodasi yang memadai. Akan
tetapi belum ada gedung perkantoran di sana.
"Dan kehadiran CREA
merupakan pelengkap dari tujuh pilar yang menjadi kekuatan dari kawasan
The Nusa Dua yang dulunya terkenal dengan kawasan BTDC,” kata Direktur
Utama ITDC, Abdulbar Mansoer dalam keterangan tertulisnya, Sabtu
(20/5/2017).
Rencana kerja sama dengan Agung Panorama Propertindo
telah berlangsung sejak lama, bahkan ketika ITDC masih berstatus Bali
Tourism Development Corporation atau BTDC.
Dipilihnya Agung
Panorama dalam kerja sama ini tak lain karena memiliki pengalaman dan
jejak rekam sebagai pengembang yang selalu menampilkan produk ikonik dan
Inovatif.
“Sebagai kawasan yang menjadi pusat perhatian
internasional, kami tentu ingin menyajikan produk yang terbaik, dengan
harapan semakin banyak event berskala dunia digelar di Nusa Dua. Dampak
positifnya tentu akan kita rasakan bersama,” ungkap Abdulbar.
Dia
meyakini keberadaan perkantoran yang representatif, inovatif dan
mencerminkan budaya lokal, akan mampu menarik minat masyarakat
internasional bukan hanya untuk menggelar event di Nusa Dua bahkan ikut
berinvestasi dalam menciptakan bisnis-bisnis baru di masa mendatang.
CEO
Agung Panorama Propertindo, Usman Effendy menjelaskan, perusahaannya
merupakan salah satu pionir dalam mengembangkan berbagai kawasan di
Jakarta. Sejumlah proyek prestisius telah dibangun, seperti Spring Hill
Golf Residences, Springhill Golf Mansion, Springhill Golf Terrace,
Royale Springhill Apartment, The Boutique Apartment and Office Park,
kawasan perumahan mewah Kedoya Garden Jakarta Barat, Wesling
Condominium, dan berbagai proyek lainnya.
Dengan konsep yang
iconic pada setiap proyek yang dibangun, ia optimistis produknya
terserap pasar. “Di Indonesia, berbagai startup tumbuh pesat seiring
dengan kebijakan pemerintah mengembangkan industri kreatif. Sementara
fasilitas perkantoran yang menunjang aktivitas mereka jumlahnya sangat
sedikit,” kata dia.
Bali dipilih sebagai tempat pengembangan
dikarenakan industri kreatif di daerah ini tumbuh pesat dan interaksi
dengan dunia internasional sangat mudah dan cepat. Dengan demikian,
potensi industri kreatif dari Bali dapat dengan segera menjadi perhatian
negara lain.
Gedung perkantoran yang akan dibangun adalah CREA
The Nusa Dua Resort Office. Perkantoran revolusioner ini menyuguhkan
fasilitas layaknya resor yang beroperasi selama 24 jam, sehingga menjadi
solusi dalam menghadapi perbedaan zona area dan waktu.
Ini sangat berarti bagi para bisnis kreatif yang bekerjasama dengan
market internasional. “Keberadaan CREA The Nusa Dua Resort Office untuk
melengkapi fasilitas di Nusa Dua Bali, sehingga akan dapat meningkatkan
perekonomian kawasan,” kata Usman.
Referensi : ekbis.sindonews.com
Home / Bisnis Properti /
Developer /
Industri Kreatif
/ Untuk Industri Kreatif ITDC Gandeng Swasta Garap Properti
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar