| Jalan Malioboro, Yogyakarta sumber: upload.wikimedia.org |
Wasudewan, Country Manager Rumah.com menjelaskan bahwa data Rumah.com Property Index tentang Yogyakarta ini merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti. Dia melanjutkan, faktor utama kenaikan harga rumah tapak secara konsisten di Yogyakarta adalah kota tersebut merupakan tujuan wisata utama di Indonesia selain Bali, Bandung, dan Jakarta.
Baca juga : Pariwisata Faktor Utama Pendongkrak Properti di Yogyakarta
“Sektor pariwisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta turut mendongkrak harga perumahan di kota ini. Kebutuhan rumah tapak di Yogyakarta masih terus berkembang seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/6/2017).
Wasudewan menambahkan, munculnya tujuan-tujuan wisata baru di Yogyakarta seperti Desa Wisata Rumah Domes dan Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark, menguatkan Yogyakarta sebagai salah satu kota favorit tujuan wisatawan.
Sementara industri properti di Yogyakarta sendiri terus berekspansi agar bisa menampung wisatawan yang datang berkunjung. Namun saat ini sedang berlangsung moratorium pembangunan hotel di Yogyakarta yang peraturannya dikeluarkan oleh Wali Kota Yogyakarta, berlaku mulai awal 2014 hingga akhir 2017.
Moratorium yang diberlakukan demi meningkatkan okupansi hotel di Yogyakarta ini nyatanya berdampak pada pengalihan investasi dari pembangunan hotel ke homestay. Hal inilah yang menyebabkan harga perumahan di Yogyakarta terus meningkat secara konsisten pada tiap kuartalnya.
“Hadirnya tujuan-tujuan wisata baru di Yogyakarta yang beriringan dengan moratorium pembangunan hotel membuat para investor dan para pengembang beralih pada rumah tapak,” tambah Wasudewan.
Tren positif dari sektor pariwisata ini berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 0,20% pada kuartal I-2017 dibandingkan kuartal IV-2016 dan berbanding lurus dengan kenaikan harga rumah tapak pada kuartal yang sama sebesar 1,05%.
“Perkembangan properti di Yogyakarta pada kuartal-kuartal berikutnya diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan akan datangnya tahun ajaran baru dan masih berlakunya moratorium pembangunan hotel sampai dengan akhir tahun 2017 ini,” pungkas Wasudewan
Referensi : economy.okezone.com
0 komentar:
Posting Komentar