![]() |
| Pasangan Muda sumber : cingcuistore.net |
Baca juga : Perizinan Perumahan dengan Cara Online untuk Hindari Pungli
Apalagi meningkatnya jumlah penduduk Indonesia semakin menambah
tinggi kebutuhan untuk tempat tinggal. Ada backlog sebesar 13,5 juta unit
rumah. Di saat kebutuhan rumah setiap tahun mencapai 800.000 unit, para
pengembang di Indonesia hanya mampu membangun 400.000 unit rumah per tahun.
Demi memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal masyarakat yang
semakin tinggi inilah Program Sejuta Rumah terselenggara. Sebagai pendamping,
pemerintah turut mencanangkan program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR/FLPP).
FLPP semakin mempermudah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
untuk memiliki hunian layak. Untuk itu, pada 2015 lalu Dirjen Penyediaan
Perumahan mengalokasikan dana FLPP sebesar Rp5,1 triliun untuk membiayai 60.000
unit rumah.
Semenjak dicanangkan Presiden, Program Sejuta Rumah ini memang
menuai hasil positif. Pun, dana yang dikucurkan pemerintah agar menyukseskan
program ini tak main-main. Dana untuk mempersiapkan hunian layak bagi
masyarakat mencapai Rp20 triliun.
Pembangunan unit Program Sejuta Rumah ini tersebar dari Aceh
sampai Papua, pembangunannya merata. Dan jenis hunian yang dibangun meliputi
rumah susun dan rumah tapak. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lengkap di
mana saja penyebaran lokasi pembangunan rumah yang masuk dalam Program Sejuta
Rumah, bisa langsung mengecek di situs sejutarumah.id.
Informasi mengenai nama kompleks perumahan serta pengembang berikut lokasi
pembangunan dan jumlah unit rumah yang dibangun juga tersedia dengan baik.
Pemerintah memang optimistis dapat membangun satu juta rumah
untuk MBR, dalam rangka mendukung program pro rakyat. Bahkan, salah satu
pencapaian yang telah dilakukan adalah terjalinnya kesepakatan bersama antara
Kemendagri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, PT Bank Tabungan Negara Tbk
(BBTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan Real Estat Indonesia (REI).
Dengan adanya pihak-pihak yang mendukung program ini, niscaya di tahun depan
masyarakat bisa menempati hunian layak sekaligus berharga rendah.
Seharusnya sebagai masyarakat kita mendukung adanya program ini.
Apalagi bagi Anda yang selama ini kesulitan membeli rumah idaman karena
terkendala modal terbatas. Nah, tercetusnya Program Sejuta Rumah ini jelas
memberi dampak positif serta manfaat bagi masyarakat. Inilah manfaat yang harus
Anda tahu mengenai program pro rakyat ini:
Ketersediaan Rumah Layak
Huni
Pasti Anda sering melihat adanya rumah-rumah di lokasi yang tak
layak, semisal di bantaran rel kereta dan sungai bahkan ada rumah yang dibangun
berdekatan dengan saluran listrik tegangan ekstra tinggi. Lokasi yang sangat
membahayakan bagi keselamatan mereka jelas membuat rumah tersebut tak layak
huni. Belum lagi bahan bangunan yang dipergunakan kurang layak.
Padahal kebutuhan akan tempat tinggal yang layak huni bagi
masyarakat termasuk kebutuhan yang utama. Oleh karena itu, demi merealisasikan
Program Sejuta Rumah dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai standar,
pemerintah sangat serius menggarapnya. Baik pemerintah dan pihak terkait
bergandengan untuk melakukan jemput bola ke masyarakat agar program ini tepat
sasaran.
Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat
Pemerintah terus berupaya membuat terobosan dan melaksanakan
program subsidi bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Salah satunya adalah tercetusnya Program Sejuta Rumah ini untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi kebutuhan akan tingkat hunian
semakin meningkat setiap tahunnya. Program ini diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan hunian di Indonesia khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah konkret yang dilakukan pemerintah dengan menggalakkan
program Sejuta Rumah salah satunya mengajak stakeholder perumahan
untuk mendukung program tersebut. Stakeholder ini
terdiri dari berbagai pihak, antara lain developer, perbankan, dan lembaga
lain. Kerjasama antara pihak-pihak tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dengan pembangunan hunian layak.
Apabila sejuta rumah sudah selesai terbangun maka terjadi
peningkatan kesejahteraan masyarakat bagi jutaan orang. Dengan adanya program
ini, pemerintah berupaya mengantisipasi masalah kekurangan hunian. Sehingga,
setiap tahun permintaan akan hunian bisa terpenuhi dan lambat laun backlog akan
berkurang.
Kemudahan Memeroleh Rumah
Selama ini masyarakat mengeluhkan proses yang rumit dan uang
muka yang besar untuk memperoleh rumah. Masalah tersebut kini bisa diatasi berkat
kehadiran Program Sejuta Rumah. Mengapa? Sebab, pemerintah memberikan kemudahan
kepada masyarakat dengan FLPP. KPR FLPP memungkinkan MBR untuk memperoleh rumah
idaman hanya dengan membayar uang muka sebesar satu persen.
Bukan hanya itu, suku bunga pinjaman hanya dikenakan sebesar
lima%, sementara jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun. Persyaratan ini
semata-mata diperuntukkan agar masyarakat lebih mudah memeroleh dan mencicil
rumah yang layak.
Di sisi lain, biaya angsurannya per bulan pun hingga Rp700.000.
Untuk memiliki unit rumah subsidi, masyarakat harus memiliki penghasilan
maksimal Rp4 juta per bulan. Sedangkan untuk rumah susun, penghasilan maksimal
calon pemiliknya tidak lebih dari Rp7 juta per bulan.
Menyasar Semua Kalangan
Pada Program Sejuta Rumah ini, ada dua jenis perumahan yang akan
dibangun, yakni rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yaitu hunian
yang memperoleh Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan rumah
non-MBR.
Di samping itu, para Pegawai Negeri Sipil juga mendapat unit
rumah dari program ini. Jadi, program sejuta rumah ini memang diperuntukkan
bagi semua kalangan yang ingin punya rumah dengan modal terbatas. Dan
masing-masing kalangan masyarakat diberi kemudahan untuk memeroleh hunian yang
layak.
Misalnya, bagi MBR tersedia bantuan meliputi penyediaan dana
yang memadai, suku bunga maksimal 5%, subsidi uang muka, BPHTB 1%, adanya
komitmen dari bank pelaksana, KPR bagi pekerja sektor informal. Sementara untuk
kalangan PNS/TNI-Polri memeroleh bantuan uang muka.
Referensi : rumah.com

0 komentar:
Posting Komentar