![]() |
| Pertumbuhan harga properti sumber: panel.mustangcorps.com |
Baca juga : 5 Alasan Mengapa Bisnis Properti Sangat Menjanjikan
Dalam kondisi perekonomian yang stabil, rata-rata kenaikan harga properti berkisar 10% - 20% per tahun.
Dua faktor yang memengaruhinya ialah inflasi dan kekuatan pasar yang membuat kondisi yang mengharuskan naik. Harga bahan material konstruksi tidak terlalu berpengaruh, karena justru pada 2015 harga semen dan besi melandai. Developer akan menaikkan harga property hanya jika permintaan pasar bagus.
Pada periode 2010 – 2013, harga properti bisa naik 30% - 40% setiap tahunnya. Bahkan di daerah premium seperti Serpong dan Tangerang, harga bisa naik 60% - 70% per tahun. Di saat itu Serpong dan Tangerang yang mengalami kenaikan paling tinggi. Contohnya harga lahan di Kota Modern, Tangerang pada 2010 dibanderol Rp1,8 juta /m2 dan pada 2013 sudah naik menjadi Rp6 juta – Rp7 juta /m2. Fantastis! Tinggal dikalikan dengan luas tanah yang dimiliki.
![]() |
| Properti di Indonesia sumber: lihat.co.id |
Ada dua hal yang menyebabkan harga properti naik pesat pada periode 2010 – 2013, yaitu pertumbuhan perekonomian yang sangat bagus pada 2009 hingga 2013 dan penyesuaian harga terhadap negara-negara di Asean. Indonesia memiliki harga property paling purah diantara negara Asean lain, namun akhirnya akan menyesuaikan.
Kenaikan harga tersebut menjadi daya tarik orang untuk terjun dalam investasi properti. Namun, pada dasarnya properti memanglah merupakan investasi yang menguntungkan. Apalagi kalau memiliki rumah tapak, sehingga ada nilai lebih dalam bentuk aset tanah. Pasalnya, harga lahan semakin meninggi dan langka, seperti di Jakarta dan kota besar lain di Indonesia
Misalnya harga rumah tapak di Jakarta Garden City, Jakarta Timur naik stabil sebesar 20%. Sebagai contoh, pada Mei 2014 perusahaan menawarkan klaster dengan luas bangunan 40 m2 dan luas tanah 90 m2 dengan harga Rp1,1 miliar. Pada Juni 2015, Modernland Realty meluncurkan tipe yang sama dengan harga Rp1,4 miliar. Selisih 300 juta, itu bukanlah nominal yang kecil.
Bagaimana, sekarang sudah ada gambaran kan? Tunggu apalagi, manfaatkan kesempatan yang ada untuk berbisnis properti.
Referensi : properti.bisnis.com


0 komentar:
Posting Komentar