![]() |
| Rumah idaman sumber: portalbangunan.com |
Sudah menjadi rahasia umum jika harga properti selalu
naik tiap tahunnya (bahkan per tiga bulan), meskipun dalam kondisi perekonomian suatu
negara yang kurang stabil. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan
para investor dan spekulan untuk terjun ke bisnis properti. Mungkin karena
adanya berbagai benefit yang didapatkan
dari sektor bisnis ini yaitu, dari kenaikan harga tanah atau capital
gain dan kenaikan harga penggunaan atau sewa pertahun (rental
yield).
Pertama, faktor luas tanah yang tak mungkin bertambah.
Kebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, supply tanah
di muka bumi tidak bertambah, namun berkurang. Oleh karena itu, sesuai dengan
hukum supply
and demand, situasi tersebut membuat kenaikan kebutuhan dan
harga-harga properti dari tahun ke tahun.
Kedua, jumlah penduduk terus bertumbuh. Jumlah
populasi manusia di bumi yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan
perluasan tanah membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Terutama populasi di kota-kota besar di Indonesia karena adanya urbanisasi.
![]() |
| Lonjakan inflasi sumber: i.ytimg.com |
Ketiga, adalah faktor
inflasi. Setiap tahun terjadi inflasi. Meski prosentasenya berbeda-beda tetapi
mempengaruhi sektor-sektor lain seperti, tingkat suku bunga, percepatan kredit
pinjaman, harga bahan bakar, harga-harga kebutuhan pokok, termasuk harga
properti.
Keempat, kenaikan harga
bahan dasar properti. Seperti harga-harga kebutuhan lain, bisa dikarenakan inflasi yang punya peran menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan setiap tahun. Seperti pasir, semen, batu bata, kayu, cat, kaca dan lain-lain. Sudah pasti akhirnya akumulasi kenaikan
harga-harga bahan dasar bangunan itu akan menaikkan harga properti setiap
tahunnya.
Kelima, faktor pertumbuhan kelas menengah. Hasil dari pembangunan suatu negara adalah
meningkatnya jumlah kelas menengah. Mereka dicirikan selain rata-rata mempunyai
pendidikan yang baik, juga mempunyai penghasilan yang stabil.
Jika mereka
membentuk ikatan rumah tangga, terbentuk sepasang suami-istri yang
masing-masing memiliki pendapatan stabil. Mereka inilah pasar paling potensial
investasi properti. Seperti memanfaatkan turunnya suku bunga dan tumbuhnya
properti-properti baru yang kian menarik.
Semakin
meningkat jumlah kelas menengah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, akan
meningkatkan kebutuhan properti.
![]() |
| Pekerja Indonesia sumber: varia.id |
Keenam, adanya
peningkatan industri dan lapangan kerja. Properti secara umum dibagi menjadi 2,
yakni properti residensial (hunian) dan properti komersial (sarana bisnis).
Jika
industri di suatu wilayah berkembang, dan banyak berdatangan para pekerja dari daerah lain yang membutuhkan tempat tinggal, hal ini sudah pasti akan meningkatkan kebutuhan
properti komersial.
Harga-harga properti kemudian akan melonjak sesuai permintaan, termasuk
properti residensial.
Dengan melihat prospek bisnis properti yang cerah, apakah Anda tertarik untuk menggelutinya?
Referensi : properti.liputan6.com



0 komentar:
Posting Komentar