![]() |
| Tugu, ikon Daerah Istimewa Yogyakarta sumber: sewamotoryogya.com |
Data : urbanindo.com
Baca Juga : 10 Alasan Menabung untuk Membeli Rumah Sejak Sekarang
Jember, yang dikenal dengan hasil pertanian dan perkebunan, kini semakin berkembang dan mengundang investor. Sepanjang 2016, kota di Jawa Timur itu dicatat UrbanIndo mengalami kenaikan harga properti yang paling tinggi dibandingkan daerah lain. Harga properti di Jember mengalami kenaikan sebesar 24,45 persen.
Angka itu merupakan rata-rata dari kenaikan harga enam jenis properti, seperti apartemen, vila, tempat kos, bangunan komersil di daerah tersebut. Perkembangan yang sangat besar di Jember terjadi pada subsektor tanah yang mengalami kenaikan sebesar 56,23 persen, lalu subsektor rumah yang naik 19,39 persen.
Di urutan kedua ada di Ibu Kota yaitu Jakarta Timur. Wilayah ini mengalami kenaikan harga properti rata-rata mencapai 22,81 persen. Kenaikan harga rumah sebesar 28,90 persen, apartemen 8,16, dan tanah 7,62 persen.
Urutan ketiga yakni Kota Tangerang, Banten, dengan kenaikan rata-rata 19,47 persen. Harga tanah di sana melejit naik 61,42 persen, rumah naik 12,52 persen. Namun apartemen malah mengalami penurunan sekitar 2,55 persen.
![]() |
| Slogan Kabupaten Bantul sumber: procastermedia.com |
Selama 2016, kenaikan rata-rata harga properti di Bantul, Yogyakarta, sebesar 17,02 persen. Kenaikan harga tanah 16,10 persen dan rumah 15,31 persen. Pembangunan di daerah ini sangat pesat setelah terkena bencana gempa beberapa tahun yang lalu. Banyak kampus - kampus yang ada di kabupaten ini, ditambah obyek wisata baru yang bermunculan membuat Bantul merupakan lokasi yang strategis untuk dijadikan tempat tinggal.
Sementara itu di Batam, kenaikan rata-rata harga properti sebesar 16,34 persen. Kenaikan harga tanah melesat hingga 79,08 persen. Adapun harga rumah naik 7,39 persen. Angka kenaikan harga properti tersebut hasil olahan sistem dengan data milik perusahaan yang melibatkan 73 ribu agen properti dengan jumlah iklan properti 900 ribu lebih.
Tertarik untuk membeli properti di salah satu kotanya?
Referensi : tempo.co


0 komentar:
Posting Komentar