Hingga Juli 2017 Pembangunan Penyediaan Rumah Sudah 42,52%

Pembangunan Perumahan
sumber: poskotanews.com
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR melaporkan progres pembangunan fisik hingga Juli baru mencapai 42,52%. Untuk itu, saat ini pemerintah terus mengejar target pembangunan fisik penyediaan rumah untuk masyarakat.

Baca juga : Hunian Rp 500 Juta Lebih Mendominasi Pasar Properti
Tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan perumahan bagi masyarakat melalui dana APBN sebesar Rp8,28 Triliun.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin masih optimis capaian akan 100% sebelum akhir tahun. Dirinya menyatakan, pemerintah akan tetap fokus untuk menyediakan rumah yang layak huni bagi masyarakat.
Adanya program satu juta rumah merupakan salah satu wujud nyata perhatian pemerintah dalam sektor perumahan.
"Dana APBN yang tersedia untuk program perumahan yang dilaksanakan oleh Ditjen Penyediaan Perumahan sebesar Rp 8,28 Triliun," katanya, Kamis (13/7/2017).
Syarif menjelaskan, jumlah anggaran tersebut tentunya tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu melalui program satu juta rumah pemerintah juga beruoaya menggandeng peran aktif Pemda, pengembang perumaban, perbankan serta masyarakat untuk mendorong pembangunan perumahan di seluruh wilayah Indonesia.
Dari total anggaran yang tersedia itu, kata Syarif, sebesar 95% atau Rp7,86 Triliun dialokasikan untuk pembangunan fisik seperti rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya dan bantuan prasarana, sarana dan utilitas untuk rumah bersubsidi. Sedangkan sisanya untuk non fisik.
"Sebaran pembangunan fisik program pembangunan rumah untuk tahun 2017 sebesar 53,98% difokuskan di Indonesia bagian timur dan sisanya 46,02% di wilayah barat," tandasnya.
Berdasarkan data, target pembangunan tahun ini sebanyak 142.336 unit. Rinciannya antara lain untuk Rusun (13.253 unit), Rumah Khusus (5.083 unit), rumah swadaya (110.000 unit) dan bantuan PSU rumah bersubsidi (14.000 unit).
Rincian penerima manfaat Rusun sebagian besar adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 10.769 unit, pekerja industri 377 unit, PNS 522 unit, mahasiswa 885 unit, santri 570 unit dan TNI/Polri 130 unit. Sedangkan penerima manfaat rumah khusus paling besar adalah nelayan 2.731 unit, masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal/terpencik 1.410 unit, masyarakat terdampak pembangunan 547 unit dan masyarakat di daerah perbatasan 395 unit.
Untuk penerima manfaat rumah swadaya paling besar adalah masyarakat yang saat ini tinggal di rumah tidak layak huni 106.757 unit, penanangan kumuh 1.116 unit dan pengembangan kawasan pariwisata 2.127 unit.

 Referensi : properti.bisnis.com
Share on Google Plus

About Wahidya Difta

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar