![]() |
| Rumah Mewah sumber: rumahmasadepan.com |
Baca juga : 5 Tips Membeli Rumah di Kompleks Perumahan
Pertumbuhan
ekonomi boleh saja melambat, namun untuk bisnis properti segmen menengah ke
bawah, pergerakannya masih menunjukkan angka positif.
Merujuk
pada tahun 2016 yang lalu transaksi penjualan di pasar sekunder untuk hunian
seharga di bawah Rp 500 juta mengalami kenaikan tajam, baik untuk rumah tapak (landed
house), maupun hunian vertikal (apartemen). mencatat peningkatan penjualan
rumah sebesar 120 persen lebih tinggi.
Sementara
penjualan apartemen memperlihatkan lonjakan 213 persen, atau terbesar dibanding
segmen harga lainnya.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian
Simanungkalit mengatakan hal ini seiring dengan sikap investor yang masih
menahan diri. Dengan kecenderungan menunggu rampungnya proses pemilihan kepala
daerah serentak.
"Kalau
untuk produk di atas Rp1 miliar itu memiliki pasar penggemarnya sendiri dan
sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Contohnya kan pelambatan penjualan
rumah toko di kawasan Mangga Dua yang kisaran harganya Rp6 miliar,"
katanya.
Panangian
menambahkan investor yang terbiasa dengan produk di atas Rp1 miliar pasti
merupakan pemain properti yang sudah lebih dari 10 tahun bergelut dengan
industri ini. Sehingga jika pengembang mengeluarkan produk dengan harga
dikisaran itu pasti tetap ada penyerapnya walaupun tidak banyak.
Referensi : properti.bisnis.com

0 komentar:
Posting Komentar