Masyarakat
Indonesia ternyata masih lebih memilih untuk membeli dan tinggal di rumah tapak
meskipun pemerintah dan pengembang swasta gencar membangun hunian
vertikal. Selain itu, orang Indonesia paling banyak mengincar harga rumah di bawah Rp 250 juta.
Berdasarkan
riset Inside.ID, sebuah lembaga riset pemasaran online di bawah naungan
Non-Fiction, Innovative Research Agency, sebanyak 76 persen orang Indonesia
lebih memilih rumah tapak dibandingkan dengan apartemen ataupun rumah susun.
“Salah satu
alasan orang Indonesia lebih memilih rumah tapak karena memiliki lahan yang
bisa dimanfaatkan menjadi pekarangan atau tempat bermain anak,” ucap Andres
Christian, Head of Research Inside.ID, seperti dikutip dari keterangan
tertulis, Kamis (4/5/2017).
Andres
menjelaskan, faktor harga juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam memilih
hunian. Apartemen yang kebanyakan berada di pusat kota tentu harganya tidak
murah.
Tak hanya
sebagai tempat tinggal, rumah juga berfungsi sebagai investasi jangka panjang yang
menguntungkan. Pasalnya, nilai properti selalu mengalami kenaikan melebihi laju
inflasi dan bunga perbankan.
Selain itu,
berinvestasi properti tidak memerlukan usaha tambahan agar nilainya bertambah
naik. Cukup dibiarkan saja, dengan berjalannya waktu rumah akan mengalami
kenaikan harga dengan sendirinya. Bahkan investasi dalam bentuk rumah bisa
menjadi pendapatan pasif, seperti dikontrakkan.
Dari hasil survei kami sebanyak 41 persen responden tengah mencari properti yang akan digunakan untuk investasi. Jenis properti yang paling banyak dicari adalah rumah tapak dengan porsi 76 persen, tanah dengan porsi 14 persen, apartemen dengan porsi 8 persendan sisanya rusun dengan porsi 2 persen.
Dari hasil survei kami sebanyak 41 persen responden tengah mencari properti yang akan digunakan untuk investasi. Jenis properti yang paling banyak dicari adalah rumah tapak dengan porsi 76 persen, tanah dengan porsi 14 persen, apartemen dengan porsi 8 persendan sisanya rusun dengan porsi 2 persen.
Pertimbangan
Membeli
properti tidak bisa diputuskan sembarangan sebab berkaitan dengan harta tetap
yang akan digunakan dalam jangka panjang. Baik yang akan digunakan sebagai
tempat tinggal ataupun untuk investasi.
Terdapat
lima faktor utama dalam memilih properti. Pertama, kelengkapan surat dokumen
seperti sertifikat tanah, SHM, dan sebagainya. Kedua, harga properti yang
sesuai dengan budget atau setidaknya memiliki kisaran harga yang terjangkau
bagi mereka.
Ketiga,
lokasi yang baik, seperti mudah dijangkau dan dekat dengan pusat kota. Keempat,
lingkungan yang baik, bersih, dan terawat agar mereka bisa menempati hunian
tersebut dengan aman dan nyaman. Kelima, kondisi bangunan yang baik.
Harga juga
menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli properti. Berdasarkan hasil riset Inside.ID, masyarakat Indonesia
paling banyak mengincar properti di bawah Rp 250 juta dengan porsi mencapai 43
persen. Sedangkan yang mencari rumah dengan harga Rp 250 juta hingga Rp
500 juta mencapai 39 persen.
Dalam
mencari properti idaman tentu hal pertama yang dilakukan adalah mencari
informasi seperti jenis properti, lokasi, harga, dan proses pembayaran.
"Dari
hasil riset yang sama terungkap sebanyak 75 persen responden yang berasal dari
seluruh Indonesia mencari informasi melalui internet, baik dengan mengakses
situs penyedia properti ataupun lewat mesin pencarian," tutur dia.
Referensi : bisnis.liputan6.com
0 komentar:
Posting Komentar