Menggelar event besar regional seperti Sea Games atau
Asian Games pasti menguras anggaran besar. Tuan rumah harus merenovasi dan
menyiapkan venue, membangun infrastruktur, mengadakan fasilitas pendukung,
menata kawasan, dan sebagainya. Di saat kondisi perekonomian bagus dan keuangan
negara longgar pasti tidak masalah. Tapi tatkala kondisinya bertolak belakang
seperti yang terjadi sekarang, penyiapan perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta
dan Palembang, pastilah butuh perhatian dan upaya khusus. Bukan cerita
aneh jika terjadi kekurangan dan kekurangsempurnaan, apalagi bila waktunya
mepet.
Secara umum perhelatan olahraga regional berdampak
positif bagi tuan rumah. Selain potensi keuntungan ekonomi, beragam fasilitas
yang dibangun dan diperbaiki akan dinikmati masyarakat. Dua ajang Asian Games
yang dihelat di Thailand dan Korea Selatan mendatangkan keuntungan Rp300 miliar
dan Rp670 miliar. Bagaimana dengan Jakarta dan Palembang? Kita tunggu seperti
apa hasil perhelatan yang akan berlangsung pada 18 Agustus-2 September 2018
itu. Yang pasti cukup banyak fasilitas baru warisan Asian Games 2018.
Dikutip
dari laman resmi Kementeriann Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(Kemenpupera), Rabu (2/8), salah satu fasilitas yang direnovasi besar-besaran
dan ditata ulang adalah Kompleks Senayan atau Gelora Bung Karno (GBK). Di
GBK ada 14 venue yang dibangun dan direnovasi mencakup stadion utama, fasilitas
latihan, kolam renang, lapangan hoki, panahan, dan lain-lain. Di Istora Senayan
yang dibenahi stadion tenis indoor dan outdoor, Stadion Madya, gedung basket,
serta lapangan softball dan baseball. Kegiatan renovasi itu sudah berjalan lebih
dari 71 persen.
Kawasan
di luar venue ditata agar lebih nyaman. Misalnya meningkatkan fungsi ruang
hijau, jaringan sirkulasi di dalam kawasan, membenahi foodcourt, food plaza,
toilet, mushala, shelter bus, dan jaringan drainase. Tampilan visual juga dibenahi,
misalnya membangun elemen seni rupa di beberapa koridor dan penggunaan material
lebih berwarna untuk landekap.
Selain
itu dibangun Wisma Atlet di Kemayoran sebanyak 10 tower berkapasitas
22.278 orang. Pembangunan Wisma Atlet sudah hampir rampung (94 persen) dan
dalam waktu dekat siap diujicoba. Pembangunan Wisma Atlet ini sekaligus untuk
menata kawasan Kemayoran. Sementara di Palembang, Sumatera Selatan, pembangunan
fasilitas di Jakabaring Sport City sudah 50 persenan. Untuk hunian atlet
dibangun 3 tower setinggi 5 lantai yang mencakup 66 unit/ lantai. Sebelumnya
sudah diselesaikan pembangunan 2 tower rumah susun di tempat ini.
Referensi : housing-estate.com
0 komentar:
Posting Komentar