Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(Kemenpupera) menjalin kerja sama dengan Japan International Coooperation
Agency (JICA) untuk pengembangan beberapa proyek infrastruktur. Pada tahun ini
ada 4 proyek infrastruktur strategis yang akan dikerjakan pemerintah bersama
JICA.
“Keempat proyek
tersebut adalah mass rapid transit (MRT), jalan akses Pelabuhan Patimban
Subang, proyek kereta cepat di Pulau Jawa, dan jalan tol Trans Sumatera. Bahkan
nantinya kerja sama ini akan berlanjut ke proyek lainnya khususnya untuk di
luar Jawa agar pemerataan bisa segera tercapai,” ujar Menpupera Basuki
Hadimuljono, saat menerima Presiden JICA Shinichi Kitaoka di Kantor Kemenpupera
Jakarta, pekan ini.
Perincian proyek yang akan dikerjakan 2 negara ini
yaitu akses jalan Pelabuhan Patimban yang sudah beroperasi sebagian pada Maret
tahun lalu. Hanya saja diperlukann dukungan jalan akses pelabuhan sepanjang 8,1
km sebanyak 4 lajur 2 arah yang akan terhubung dengan jalan nasional. Bahkan
nantinya jalan pelabuhan ini akan tersambung dengan jalan tol
Cikampek-Palimanan (Cipali).
Sementara untuk jalan tol Trans Sumatera yang akan
diprioritaskan pada ruas Padang-Pekanbaru sepanjang 240 km. Nantinya dari
Pekanbaru menuju Dumai bisa tersambung ke ASEAN Highway di Malaysia. Jalan tol
ini akan menjadi outlet langsung ke Malaysia dengan perkiraan biaya mencapai
Rp35 triliun.
“Begitu juga untuk proyek MRT dan kereta cepat, itu
semua layak ditawarkan ke pihak JICA. Mereka juga meminta hitungan dan jaminan
dari pemerintah untuk membahas sistem pembiayaannya, makanya dari pertemuan ini
akan ditindaklanjuti dengan pertemuan yang membahas hal lebih detil,” pungkas
Basuki. Yudis
0 komentar:
Posting Komentar