Perhimpunan Pengembang Indonesia (PI), asosiasi
pengembang yang baru dibentuk oleh sejumlah pengembang, akan fokus pada
pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). PI sudah
membuat peta pembangunan rumah murah dengan mencanangkan 1 ha rumah murah di
setiap kecamatan.
“Dengan 1 ha per kecamatan bisa terbangun sebanyak 100
unit rumah tipe 30/60. Tahap awal ini kami akan konsentrasi di
kecamatan-kecamatan di wilayah-wilayah satelit dan kota-kota lain di
Indonesia,” ujar Ketua Umum PI, Barkah Hidayat, di sela-sela acara pengukuhan
PI di Jakarta, pekan lalu.
Hingga
akhir tahun ini akan dimulai di 8 daerah di Jawa Barat, Kalimantan Timur,
Sumatera Selatan, Bangka Belitung sebanyak 20 ribu unit. Targetnya PI bisa
mensuplai 100 ribu rumah murah per tahun. Selain itu PI juga akan ikut
serta pada pengembangan kawasan eknomi khusus (KEK) yang dikembangkan
pemerintah dan juga sektor pariwisata. Untuk itu PI akan memperkuat
perangkat organisasinya yang sudah tersebar di 26 provinsi dengan anggota 300
perusahaan pengembang.
“Kami
ingin menciptakan keseimbangan dengan banyaknya asosisasi perusahaan pengembang
dengan mengakomodasi pengembangan rumah untuk kalangan menengah atas dan MBR,”
pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar